8 Langkah Membuat Strategi Marketing dan Promosi Sukses

 contoh marketing dalam pemasaran - Membangun keikutsertaan pelanggan dapat menjadi hal penting dalam strategi marketing. Jika pelanggan merasa terlibat dalam merek Anda, maka mereka cenderung akan percaya dan loyal. Namun sangat banyak hal untuk membangun strategi marketing yang tepat, dan lebih unggul dari yang dilakukan pesaing.
Setiap hari ada ide-ide baru dari para pemasar dalam mempromosikan produk mereka. Jika strategi promosi dan marketing ini benar, maka pesan yang ada didalamnya akan dapat sampai ke pelanggan dengan baik, yakni untuk menarik pelanggan agar mau membeli dan setia pada produk mereka. Berikut adalah delapan hal penting untuk membuat strategi marketing dan promosi yang luar biasa:

1.  Fokus pada solusi



Inilah apa yang benar-benar dicari pelanggan. Dan ketika ada permintaan, setengah dari pekerjaan pemasaran Anda berhasil. Produk dan jasa yang memiliki permintaan tinggi akan mendapat perhatian pertama dan lebih sering. Berikan target pasar Anda apa yang mereka inginkan atau apa yang membuat mereka tertarik untuk melihat. Tawarkan sesuatu yang seolah berteriak “Aku pemecah masalah” atau “Aku solusi cepat”, dan pesan Anda itu akan mendapatkan perhatian.


2.  Bertujuan pada target pasar


Pemasaran yang tidak mencapai target akan diklasifikasikan sebagai pemborosan, tidak efisien atau junk (seperti dalam “junk mail“). Kegiatan marketing yang mencapai target pasarnya tergolong menarik, efektif dan sangat efisien. Kuncinya adalah untuk memberikan target pasar Anda sesuatu yang menarik bagi mereka. Jika Anda seorang warga negara yang sudah paruh baya tertarik pada musik klasik, berita singkat tentang rilis musik terbaru dari band rock-and-roll terbaru tidak akan menarik – sehingga warga negara tersebut bukanlah bagian dari target pasar Anda.

3.  Gunakan judul dan sub judul


Buatlah judul-judul ini (dan sub judul) provokatif, pemikiran yang memprovokasi, ekstrim dan benar-benar tak terduga. Salah satu berita terbaik yang pernah saya lihat – yang saya tahu mendapat banyak perhatian – adalah “Things the Government Won’t Tell You About Terrorism.” Satu lagi yang menarik perhatian yang sama adalah “7 Mistakes Banks Make Every Day.” Keduanya akan mendapatkan perhatian dan membuat orang ingin membaca lebih lanjut.

4.  Memiliki pesan yang sangat jelas


Grafis memang  bisa menarik perhatian, tapi itu bukan satu-satunya alat untuk mengkomunikasikan pesan Anda. Jangan biarkan pengunjung hanya melihat gambar pada iklan itu! Pakar iklan terkenal, David Ogilvy pernah berkata, “Saya tidak menganggap iklan sebagai hiburan atau sebuah bentuk seni tetapi sebagai media informasi. Ketika saya menulis sebuah iklan, saya tidak ingin Anda sekedar memberitahu tahu bahwa saya kreatif. Saya ingin Anda tertarik hingga Anda membeli produk tersebut.” Anda tidak dapat membuat orang lain memperhatikan pesan-pesan yang membosankan atau tidak jelas.

5.  Coba strategi marketing melalui pesan ekstrim

Kenyataannya adalah, pemasaran ekstrim itu bekerja. Hal-hal negatif dan kesalahan justru mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Berikut adalah contoh judul atau pesan yang mendapatkan perhatian karena sifat ekstrim mereka:

– Bagaimana Cara Mengubur Perusahaan Dalam Satu Minggu

– Bagaimana Cara Membuat Tenaga Penjualan 10 Persen Lebih Efisien

– Bagaimana Cara Menumbuhkan Laba 0.005 %

Semua judul ini mungkin akan menarik perhatian dan membuat Anda ingin membaca karena sifat mereka yang ekstrem.

6.  Gunakan strategi promosi saling berkaitan

Ini adalah cara lain untuk mendapatkan perhatian, terutama terjadi di kalangan content marketer saat ini. Sederhananya, informasi yang ditawarkan sebagai insentif untuk kontak baru. “Kaitan” ini menjadi prospek! atur pemasaran Anda untuk komunikasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa contoh dari kaitan ini:

Hubungi kami hari ini untuk perhitungan pinjaman pegadaian gratis.

Download resep ebook gratis yang menggunakan rempah-rempah dan bumbu kami.

Mampir hari ini untuk vas gratis untuk bunga di Hari Ibu.

Semua keterkaitan ini menawarkan sesuatu yang bernilai untuk pelanggan potensial agar tertarik. Mereka semua tidak hanya memberikan sepotong perhatiannya kepada Anda tetapi akan meningkatkan respon terhadap Anda juga.

Retargeting shutterstock_96618358

7.  Memanfaatkan benda, bentuk, dan ukuran yang tidak biasa


Hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika ingin produk Anda untuk bisa dikenal dan diingat adalah menciptakan sesuatu dengan ukuran berbeda atau memiliki warna berbeda atau tidak seperti format umumnya. Ini termasuk potongan surat, warna atau pesan yang ekstrim, berbentuk aneh dan memilih waktu yang tidak biasa untuk mendekati target pasar Anda, seperti berbicara tentang Natal di musim semi. Carlsbad Brewery pernah menjatuhkan paspor palsu di sistem kereta bawah tanah New York City untuk memberitahu target pasar mereka tentang produk baru yang mereka luncurkan. Mencari paspor di kereta bawah tanah benar-benar hal yang tak terduga; itu bukan sesuatu yang bisa Anda lihat setiap hari sehingga pesan Carlsbad pun berhasil mendapat perhatian target pasarnya.

8.  Jawab secara langsung “Apa untungnya bagi calon pelanggan?”


Holiday Inn Express mengiklankan bahwa motel
mereka memiliki ” showerhead nomor satu berdasar penilaian pelanggan.” Pernahkah Anda diminta untuk menilai sebuah shower? Holiday Inn menemukan ini penting untuk target pasar mereka dan mengkomunikasikan pesan ini langsung kepada mereka. Anda dapat mendengarkan dan membaca semua tentang fitur dari Holiday Inn Express, tapi mendengar tentang nomor satu showerhead dari penilaian pelanggan ini adalah sesuatu yang semua pengunjung inginkan. Apa manfaatnya bagi mereka? Shower yang istimewa. Shower yang unggul mendapatkan perhatian.

Sukses dalam menjalankan bisnis tidak lepas dari strategi marketing ataupun strategi promosi dari perusahaan. Jika saat kegiatan marketing dan promosi saat ini masih belum membuahkan hasil yang signifikan, Anda akan berada pada posisi sulit pada saat berkompetisi dengan kompetitor Anda. Semoga 8 langkah di atas berguna dan dapat membantu Anda memenangkan persaingan!

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang contoh marketing dalam pemasaran

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Pillars of LSPR

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : http://blog.sribu.com/2014/07/03/8-langkah-membuat-strategi-marketing-dan-promosi-sukses/

8 Langkah Membuat Strategi Marketing dan Promosi Sukses

Pillars of LSPR

Pillars of LSPR


Pillars of LSPR
segmenting , targeting , dan positioning yang menjadi fokus mazda bt-50 menurut pengertian manajemen pemasaran - RESPONSIBLE
Dalam bertanggung jawab, diperlukan juga sifat – sifat yang dalam melengkapi tanggung jawab tersebut, yaitu :
o Accountable : selalu ada penjelasan dan alasan atas apa yang telah dibuat.
o Performance : penampilan kita menunjukkan sisi pertanggungjawaban kita
o One’s behavior / obligation : sesutau yang harus kita lakukan karena memang menjadi kewajiban kita.
o Decision (ethical/moral) : dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Areas of responsibilities:
o To self : bertanggung jawab kepada diri kita menyangkut masa depan, kesehatan, dan pendidikan.
o To family : menuruti konsul- konsul dari orangtua,lebih pada isi dan tujuannya.
o To community : bertanggungjawab pada kegiatan sosial, dan lingkungan


DESIRE

Desire adalah kemampuan untuk mengatur segala fakta dan kegiatan dalam situasi tertentu.

The disipline of focus :
Sebagai individu, harus dapat membuat fokus pada diri sendiri. Harus fokus terhadap kualitas kita.


Disipline involves :

o Physical : disipline terhadap kesehatan, olahraga, kebiasaan tidur, dan mengatur keuangan sendiri.
o Mental : disipline terhadap kebiasaan belajar, mengatur waktu, dan fokus.
o Self – disipline : displine terhadap hobi, kegiatan hidup bersosialisasi dan rekreasi
o Financial : mengatur antara butuh dan mau,dan budget pribadi kita

PERSEVERANCE
Perseverance itu maksudnya gigih. Dalam arti,kita harus tetap lanjut dan berusaha dalam waktu yang susah sekalipun. Di dalam kamus, perseverance diartikan : the ability to sustain willingness. Dan maksudnya juga kita tidak boleh menyerah dalam keadaan apapun karena segala sesuatu, pasti ada jalan keluarnya.

SELF – CONFIDENCE
Artinya punya kepercayaan pada kemampuan diri sendiri, tidak ada ketakutan yang menimpa. Dan juga, tidak menjatuhkan kepercayaan pada orang lain. Dan yang paling penting adalah bean untuk menghadapi resiko yang sangat memalukan.
Self – confidence juga dituntut untuk menggali kekuatan yang ada pada diri kita. Dari itu, kita harus saling tau akan kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri kita masing – masing. Dan kegagalan yang terjadi adalah untuk keberhasilan yang akan datang. Kegagalan yang terjadi pada diri kita adalah untuk mencapai kepercayaan diri dan membuat kita berhasil.
Kita harus percaya pada diri sendiri. Jadi ketika ada kritikan yang membuat kita lemah, kita acuhkan saja selama kritikan itu tidka benar. Dan apabila itu benar, kita coba untuk terapkan pada diri masing – masing.

INDEPENDENT
Artinya, the quality and ability to stand alone. Kita disini berdiri sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Dalam segala situasi, diusahakan untuk tidak berganutng pada orang selama masih bisa dikerjakan sendiri.


Mark Plus Conference "Youth Marketing"




New Wave Marketing adalah bentuk, konsep, atau paradigma baru tentang marketing, merupakan era baru yang sudah berevolusi dari keadaan sebelumnya, di mana para penguasa pasar lah yang mempunyai peran dalam menciptakan, mengendalikan, dan menyalurkan informasi kepada masyarakat ke era di mana akses merupakan kunci penting (di mana semua lapisan masyarakat mampu menciptakan, mengendalikan, dan menyalurkan informasi tanpa adanya batasan jarak dan waktu). Konsep ini dicetuskan oleh Hermawan Kartajaya yang isinya sifat marketing yang berubah dari vertikal ke horisontal.

Konsep New Wave Marketing menekankan pada :

• Low Budget High Impact, yang didorong oleh global economic recession, sehingga para marketers harus se-kreatif mungkin meciptakan inovasi-inovasi marketing
• Specialization of Competencies, yang dipicu oleh ASEAN Integration, sehingga menyebabkan market menjadi semakin besar namun diikuti dengan persaingan yang semakin ketat. Akhir-akhir ini memang kita melihat pergeseran kekuatan ekonomi dari Amerika ke Asia, yang fokusnya juga mengarah ke ASEAN sebagai kekuatan baru.
• Focus on Domestic Market. Para ahli ekonomi Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia masih bisa bertahan terhadap dampak krisis global karena perekonomian kita tidak terlalu bergantung pada Amerik mengingat pasar domestik Indonesia masih bisa bertumbuh dengan baik saat krisis global ini terjadi walaupun tetap ada dampaknya.

Selain itu, karena market yang sudah ada bersifat horisontal, maka marketers memerlukan 3 horizontal connectors: mobile (loyalty through wireless interactivity), experiential (Sight Sound Motion in Action), dan social (integrating Offline & Online Community).

Dalam memasuki era baru ini, tentu dibutuhkan berbagai penyesuaian yang harus dilakukan untuk bertahan dan menjaga eksistensi di dalam masyarakat. Dalam new wave marketing, masyarakat semakin mudah dalam mengakses informasi, baik memberi, mencari, menyebarkan, membuktikan, maupun mengubah informasi. Internet, telepon selular, surat kabar, televisi, dan media advertising sudah menjadi sarana untuk mengakses infor masi tersebut. Hal ini tentu dipicu oleh perkembangan teknologi yang begitu pesatnya dan sangat banyak masyarakat yang mengikuti tren perkembangan tersebut sehingga memudahkan informasi untuk sampai dalam waktu yang singkat.


Konsep 9 core element (Legacy Marketing) yang terdiri dari segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing mix (product, price, place, promotion), selling, brand, service, dan process. Di dalam Era New Wave Marketing, konsep tersebut mengalami pengembangan, yang seperti yang telah disebutkan di atas, merupakan strategi pemasaran secara horizontal, eksperiensial dan komunal yang dilakukan secara online maupun offline sehingga tercipta suatu keadaan pasar yang selalu connected, catalyzed dan civilized.


Brand yang menargetkan anak muda sebagai pasar utamanya adalah Toyota dengan Toyota Yarisnya dan Kentucky Fried Chicken. Toyota mencoba untuk memasuki pasar anak muda yaitu dengan meluncurkan Toyota Yaris. Menurut pihak Toyota, segmen kaum muda merupakan segmen yang unik. Terdapat berbagai macam karakter dan gaya hidup yang berbeda, yang membuat Toyota menciptakan berbagai macam strategi untuk mencapai market tersebut.
Lifestyle, merupakan psychografi yang dipakai oleh Toyota untuk menyesuaikan konsep marketing mix yang digunakan. Price, product, place, dan promotion yang dilakukan menggunakan konsep dan ide-ide baru. Untuk price, tentu saja Toyota Yaris memasang harga yang relative terjangkau. Untuk product, Toyota Yaris dijual dengan berbagai pilihan warna dan aksesoris yang dijual terpisah, sehingga kaum muda tertarik karena bisa memodifikasi penampilan mobilnya sesuai dengan keiinginannya. Toyota Yaris juga mengandalkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar. Dari sisi place, Toyota melakukan research di mana saja kaum muda berkumpul setiap harinya. Dapat disimpulkan, weekdays, kaum muda berkumpul di sekitar area kampus atau sekolah. Sedangkan weekend, kaum muda berkumpul di area mall, club, café, dll. Sedangkan dari sisi promotion, Toyota sudah memperhitungkan sarana-sarana yang digunakan kaum muda untuk mengakses informasi. Melalui internet, Toyota menciptakan blog dan facebook account untuk Yaris lovers yang digunakan untuk memberitahukan berbagai event promosi lainnya seperti tour, gathering, competition, dll.
Melalui konsep yang digunakan, Toyota berusaha mengikuti tren yang sedang digandrungi kaum muda. Melalui internet Toyota melakukan ‘expand’. Expansi yang dilakukan merupakan expansi ‘knowledge’ seperti mengetahui kegiatan kaum muda yang sedang tren, tempat-tempat yang sering didatangi oleh kaum muda, dan budaya-budaya lainnya seperti bahasa, istilah, kiasan, dan faktor-faktor lainnya yang dapat mendekatkan produknya kepada kaum muda.
Blending, merupakan strategi lain yang digunakan oleh pihak Toyota dalam usahanya meraih market kaum muda. Toyota berusaha menciptakan positioning yang kuat dengan cara humanizing the brand. Yang dimaksud dengan humanizing the brand adalah menciptakan konsep ‘to be a friend’ atau teman bagi para kaum muda. Toyota Yaris juga berusaha menjadikan dirinya sarana untuk mengekspresikan diri kaum muda.
Market share merupakan tolak ukur yang dipakai oleh Toyota untuk melihat perkembangan productnya atau product movement. Strategi dan taktik yang dipakai Toyota ternyata berhasil, debiktukan dengan meningkatnya persentase penjualan Toyota Yaris selama tiga tahun terakhir.


Seperti Toyota Yaris, KFC pun juga menargetkan anak muda sebagai pasar utamanya. KFC menggunakan musik untuk menembus pasar anak muda tersebut karena KFC menganggap musik sebagai cara yang paling ampuh. Salah satunya dengan mengeluarkan KFC Music Hitlist yang telah menelurkan band-band yang kini makin sukses. KFC juga membuat KFC Store dengan suasana seperti cafe sehingga anak muda yang cenderung suka nongkrong akan datang ke KFC Store

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang segmenting , targeting , dan positioning yang menjadi fokus mazda bt-50 menurut pengertian manajemen pemasaran

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Contoh Marketing Plan atau Rencana Pemasaran

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : http://trinatalieread2007110281.blogspot.co.id/2009_10_01_archive.html

Contoh Marketing Plan atau Rencana Pemasaran

Contoh Marketing Plan atau Rencana Pemasaran

contoh marketer
Contoh Marketing Plan atau Rencana Pemasaran

contoh marketer - Semua konsep dalam berbisnis harus direncanakan dengan baik ternasuk dalam perencanaan pemasaran atau marketing plan. Untuk membuat sebuah perencanaan yang bagus ada bisa melihat dan mendalami beberapa contoh marketing plan dalam perencanaan bisnis anda.

Sebuah marketing membutuhkan suatu perencanaan yang matang agar bisa mencapai target yang diinginkan. Jika target yang diinginkan itu tercapai maka anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Jika anda sebagai marketer profesional maka anda bisa memberi contoh marketing plan kepada karyawan anda untuk membidik konsumen anda agar mereka mudah anda raih.

Rencana pemasaran atau marketing plan menjadi bagian penting bagi anda untuk mendapatkan konsumen yang banyak. Bila marketing plan atau perencanaan penjualan tidak dipikirkan matang-matang maka anda tidak bisa mencapai target yang anda harapkan.


Sebuah contoh marketing plan atau rencana pemasaran bisa memberikan anda masukan bagaimana anda harus menekankan perencanaan market, produk dan juga SDM yang anda miliki untuk perusahaan anda.


Bagi pemasaran marketing plan bukan hanya memberikan gambaran yang tepat bagi pemasaran anda namun bagaimana anda memulai membuat perencanaan yang bagus.

Untuk membuat contoh marketing plan yang bagus anda harus memperhatikan beberapa hal tentang perusahaan anda dan produk yang anda pasarkan.

Jika anda bergerak dalam bidang kosmerik, maka anda harus membuat strategi marketing untuk anak buah anda yang bekerja di lapangan maupun yang berada di kantor pelayanan.


Berikut beberapa keuntungan jika anda membuat contoh marketing plan bagi pemasaran:




• Efektifitas Promosi


Anda bisa menjalankan promosi yang lebih baik jika anda merencanakan apa yang akan nada promosikan. Jika perusahaan anda bergerak di bidang kosmetik maka anda bisa merencanakan siapa saja yang akan anda jadikan target penjualan. Jika perencanaan pemasaran bisa dijalankan dengan baik maka akan menekan biaya pemasaran perusahaan.


• Penjualan yang lebih banyak


Marketing plan sangat baik untuk mendongkrak pemasaran perusahaan anda. Jika marketing bisa diencanakan dengan baik dan sasaran penjualan bisa ditentukan maka pemasaran anda akan berjalan dengan baik sehingga anda bisa mendapatkan konsumen yang lebih banyak.

Dengan keuntungan dari perencanaan pemasaran tersebut maka anda bisa membuat contoh marketing plan bagi perusahaan anda seperti:


• Perencanaan produk


Marketing plan (rencana pemasaran) untuk bisnis kosmetik anda adalah ditujukan pada remaja dan orang dewasa misalnya sehingga anda bisa membuat produk yang aman dan tepat bagi mereka. Di sini anda bisa melihat produk yang akan anda buat dan akan anda pasarkan. Lihatlah apa yang akan mereka butuhkan dan apakah produk kosmetik anda tepat anda jual bagi mereka.

• Perencanaan pasar

Lokasi suatu tempat untuk tujuan marketing ini harus ditentukan terlebih dahulu agar kegiatan pemasaran anda tiak bentrok dengan pesaing lainnya.

Lihatlah bagaimana pesaing dengan produk yang sama pada tempat tersebut. Jika anda rasa yang menjual kosmetik yang sama dengan produk anda itu banyak, maka anda bisa mencari lokasi lainnya yang di rasa sedikit atau bahkan tidak ada pesaingnya. Carilah pasar yang benar-benar sedikit pesaingnya dengan demikian anda bisa menjual kosmetik dengan mudah.


• Target pemasaran


Setelah anda mendapatkan pasar yang strategis bagi pemasaran kosmetik anda maka anda bisa melakukan target pemasaran untuk jangka waktu yang ditentukan.

Targetkan jumlah yang harus anda peroleh untuk memberikan semangat bagi anda. Jika penargetan penjualan kosmetik anda sudah bisa terealisasi maka rencana pemasaran bisa di tingkatkan untuk target penjualan yang lebih banyak lagi.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang contoh marketer

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Sebenarnya, Apa Itu Internet Marketing?

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/03/contoh-marketing-plan-atau-rencana-pemasaran/

Sebenarnya, Apa Itu Internet Marketing?

Sebenarnya, Apa Itu Internet Marketing?

 
contoh marketer
Sebenarnya, Apa Itu Internet Marketing?
contoh marketer - Mungkin selama ini pemahaman kita tentang internet marketing itu adalah jualan lewat internet. Sebenarnya itu tidak salah karena kalau dilihat dari definisinya, internet marketing itu adalah pemasaran secara online melalui internet. Namun, kalau kita sudah bicara pemasaran, berarti itu bukan hanya penjualan tapi juga termasuk promosi, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan (customer service) yang dilakukan secara online.

Lalu, apa gunanya kita melakukan internet marketing (pemasaran online)? Tentunya setiap pebisnis, baik itu pemilik bisnis offline maupun pemilik bisnis online, pasti ingin meningkatkan hasil penjualan mereka atau ingin membuat brand mereka lebih terkenal lagi. Nah, internet adalah salah satu media yang sangat baik untuk memberikan informasi kepada pengguna internet (netter) tentang bisnis mereka, dan juga sebagai media untuk menjual produk yang mereka miliki.


Agar memudahkan kita untuk lebih mengerti tentang internet marketing, saya akan coba menjelaskan dengan cara lebih sederhana dan memberikan beberapa contoh bentuk internet marketing yang biasa dilakukan oleh para internet marketer. Bentuk internet marketing itu bisa kita bagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai Sumber Penghasilan, dan Cara Promosi. Yang dilakukan dalam internet marketing sebenarnya hanya dua itu, namun type bisnisnya sangat banyak.


Berikut ini adalah penjelasan lebih sederhana tentang internet marketing:



I. Internet Marketing Untuk Sumber Penghasilan (Source of Income)


Saat ini, Internet sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat di Indonesia, terutama bagi mereka yang memiliki gadget dengan teknologi terbaru seperti, smartphone, tablet, dan laptop. Coba perhatikan sekitar Anda, hampir semua orang sudah punya smartphone, bahkan tukang siomay pun sudah punya BlackBerry supaya bisa langsung promosi siomay dagangannya. Tinggal Broad Cast, promosinya sampai ke pelanggannya yang juga punya BlackBerry, siomaynya laku keras deh hehehe.

Menjalankan internet marketing untuk mendapatkan penghasilan bisa dilakukan dengan beberapa type bisnis, diantaranya adalah PPC (Pay Per Click), PPS (Pay Per Sale), PPL (Pay Per Lead), menjual produk sendiri, dan bisnis pelelangan secara online.

1. PPC (Pay Per Click)

Program PPC (Pay Per Click) banyak dilakukan oleh pemiliki website/ blog untuk mendapatkan penghasilan dari situs mereka. Penghasilan yang didapatkan dari program PPC ini adalah berasal dari klik yang dilakukan oleh visitor/ pengunjung yang tertarik pada sebuah iklan yang ada di situs tersebut. Publisher atau pemilik situs tersebut akan dibayar per klik yang dilakukan oleh pengunjung situsnya, dimana harga per kliknya sudah ditentukan terlebih dahulu oleh Advertiser/ pengiklan. Besar penghasilan tergantung pada banyaknya klik iklan dan juga harga klik yang di bid oleh Advertiser.

Beberapa perusahaan yang menawarkan program PPC diantaranya:

Google Adsense
Bidvertiser
Chitika
Infolinks
Kumpul Blogger
Sitti
ID Blog Network
AdsenseCamp
KlikSaya
Dan lain-lain

2. PPS (Pay Per Sale)

Dari namanya saja kita mungkin bisa mengerti tentang program ini. Kita akan dibayar setiap kali terjadi pembelian produk yang berasal dari link affiliasi milik kita. Besarnya penghasilan sangat tergantung pada banyaknya barang yang dijual, dan juga rate persentase komisi dari pemilik barang tersebut.

Perusahaan yang menawarkan program PPS diantaranya:

Amazon.com
Clickbank.com
Dan lain-lain
3. PPL (Pay Per Lead)

Ini adalah program affiliasi dimana penjual/ vendor akan memberikan komisi setiap kali kita berhasil mengirimkan leads pada penjual/ vendor. Misalnya kita mengarahkan pengguna internet untuk mendaftar pada email newsletter, free trial, atau mengisi formulir, melalui link affiliasi milik kita. Salah satu perusahaan yang menawarkan program PPL adalah MaxBounty.com.

4. Menjual Produk Sendiri atau Produk Orang Lain

Sekarang ini, menjual sesuatu lewat internet bukanlah sesuatu yang luar biasa. Kita bisa menjual apapun lewat internet baik itu produk berbentuk fisik ataupun berbentuk digital. Selain itu, bisnis offline kita bisa juga dipasarkan melalui internet. Misalnya kita punya usaha jualan bawang goreng, jual saja lewat internet, pasti ada yang beli :)

Selain menjual produk sendiri, kita juga bisa mendapatkan penghasilan dengan cara menjual produk orang lain, baik itu produk fisik ataupun produk digital. Salah satu proses internet marketing dengan cara menjual produk orang lain adalah dengan cara menjadi reseller atau dropshipper produk orang lain. Begitu juga dengan pada produk digital, kita bisa menjadi affiliate marketer untuk sebuah produk yang dijual orang lain.


5. Pelelangan (Online Auction)


Di internet juga ada tempat untuk menjual sesuatu milik kita atau milik orang lain yang kita bantu jualkan, dengan cara lelang. Tentunya ini bisa menguntungkan karena kita bisa menjual barang kita tersebut pada orang yang menawar dengan harga tertinggi.

Perusahaan terkenal yang menyediakan fasilitas pelelangan online:

eBay.com
Flippa.com
Dan lain-lain
II. Internet Marketing Untuk Promosi Online (Traffic Generation)

Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, promosi online adalah salah satu bentuk dari internet marketing. Tidak perduli produk atau bisnis apa yang mau dipromosikan, internet adalah salah satu media yang sangat efektif untuk membangun brand dan membuat website bisnis kita dikenal banyak orang.

Ada banyak cara untuk mempromosikan bisnis melalui media internet, diantaranya adalah melalui SEO (Search Engine Optimization), melalui PPC Advertising (Beriklan PPC), Email Marketing, Mobile Advertising, dan Social Media Marketing.

1. PPC Advertising (PPC Ads)


Berbeda dengan program PPC untuk publisher, program PPC Ads ini ditujukan bagi para Advertiser/ pengiklan yang ingin mempromosikan bisnis mereka. Dalam hal ini kita sebagai pengiklan harus mengeluarkan uang agar pihak perusahaan penyelenggara PPC Ads menampilkan iklan kita di jaringan situs publisher mereka. Tentu saja kita bisa mengatur harga iklan yang sesuai dengan budget yang ada.

Beberapa perusahaan yang menawarkan program ini adalah:

Google Adwords
Yahoo Advertising
MSN Advertising Center
Kumpul Blogger
Sitti
ID Blog Network
AdsenseCamp
Dan lain-lain

2. SEO (Search Engine Optimization)

SEO adalah bentuk promosi online yang sangat saya sukai karena gratis. Namun, SEO membutuhkan keahlian khusus, membutuhkan proses dengan waktu yang tidak sebentar. Itulah sebabnya ada banyak pemilik website yang rela mengeluarkan uang untuk menyewa jasa SEO untuk membuat situs bisnis mereka masuk dalam halaman utama hasil pencarian search engine.

3. Email Marketing

Sesuai dengan namanya, email marketing adalah proses pemasaran produk atau jasa dengan menggunakan email sebagai alat bantu. Email marketing ini juga bermacam-macam jenisnya, ada direct email, retention email, dan beriklan di email orang lain. Marketing melalui email biasanya sangat efektif karena promosi atau sales letter bisa langsung dikirimkan kepada pemilik akun email tersebut.

Catatan penting yang harus diingat adalah kita tidak boleh melakukan SPAM karena akan mengganggu orang lain, dan tentunya akan merugikan kita sendiri karena si pemilik email bisa melakukan unscribe atau memasukkan email kita ke dalam daftar SPAMMER.



4. Mobile Advertising


Mobile advertising adalah, layanan pengiklanan melalui perangkat mobile. Pengguna smartphone saat ini sudah banyak sekali, dan biasanya ponsel mereka dibawa kemanapun pergi. Inilah yang membuat mobile advertising sangat efektif untuk media promosi bisnis. Beberapa model mobile ads adalah melalui SMS, MMS, Banner Ads, Games, dan lain-lain.

5. Social Media Marketing

Sama halnya dengan SEO, promosi online dengan menggunakan social media dapat dilakukan dengan gratis. Seperti yang kita ketahui, pengguna situs media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+, dan YouTube, jumlahnya sudah sangat banyak. Dan ini adalah media promosi yang sangat efektif untuk memasarkan produk apa saja melalui internet.


6. Pemasaran Melalui Forum


Saat ini sudah ada banyak sekali forum-forum yang dibuat khusus untuk membahas topik-topik tertentu. Contohnya adalah Kaskus.co.id. Forum ini membahas berbagai topik mulai dari politik, bisnis, nasional, dan masih banyak lagi. Salah satu sub forum di Kaskus khusus untuk para pedagang online yang ingin memasarkan produk mereka melalui Kaskus. Selain Kaskus, masih ada beberapa forum lagi yang bisa digunakan sebagai media pemasaran online, akan dibahas di artikel lain.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai apa itu internet marketing, dan media-media yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran online. Memang ada banyak cara untuk melakukan internet marketing, namun kita tidak perlu melakukan semuanya karena tidak semua metode pemasaran bisa berhasil kita kerjakan. Karena itu, pilihlah beberapa saja yang memang efektif dan cocok untuk make money online atau memasarkan produk/ jasa yang ingin dipromosikan.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang contoh marketer

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Jenis Internet Marketing

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : https://www.maxmanroe.com/sebenarnya-apa-itu-internet-marketing.html

Jenis Internet Marketing

Jenis Internet Marketing


Jenis Internet Marketing
contoh marketer - Banyak cara untuk menghasilkan uang secara online, ada beberapa model bisnis berbasis Internet yang bisa anda ikuti. Cara yang akan anda ambil akan tergantung pada kebiasaan pribadi anda bekerja, minat anda, dan gaya pemasaran yang anda membuat anda bekerja dengan nyaman.

Berikut adalah beberapa jenis internet marketing yang sudah dikenal di pasar Indonesia:

1. Toko versi online dari perusahaan dan toko toko ritel yang menjual barang-barang di dunia nyata. Biasanya pembeli yang tidak langsung? membeli secara online menggunakan situs ini khusus untuk mengumpulkan informasi produk sebelum melakukan pembelian di dunia nyata.

2. Layanan jasa berbasis online – berbagai industri telah beralih ke online mulai dari kencan, perjalanan, perbankan, dan bahkan jasa mendapatkan gelar sarjana. Anda bisa mendapatkan layanan ini sebagai ekstensi untuk salah satu industri jasa.

3. Produk berbasis internet oleh Para Ahli Internet Marketing – Pemasaran melalui Internet memiliki beragam perintis dan pemasar sukses yang telah memulai metode dan teknik dalam pemasaran online mencakup antara lain pembuatan situs web, iklan, artikel, dan lain-lain.

4. Promosi online dan iklan, termasuk program pay-per-klik (seperti: Google AdWords) yang berdasarkan pencarian kata kunci, yang menjadi kekuatan pendorong utama di balik sebagian besar transaksi keuangan berbasis online.


5. Pemasaran afiliasi (affiliate marketing), anda akan bergabung dengan program afiliasi dan mempromosikan produk dan jasa melalui Internet. Anda akan mendukung produk atau layanan, menemukan klien potensial bagi perusahaan afiliasi, dan anda akan menerima komisi tertentu untuk setiap penjualan. Komisi yang akan diterima adalah sekitar 2-50 persen, tergantung pada syarat dan kondisi yang dinyatakan di bawah program afiliasi. Satu klik afiliasi dapat menghasilkan beberapa sen hingga ratusan dolar.

Di antara jenis – jenis internet marketing yang telah disebutkan diatas, yang terakhir adalah model bisnis yang paling populer yaitu kombinasi dari penjualan afiliasi dan iklan online. Ada banyak internet marketer profesional yang sukses mengadopsi jenis model bisnis ini. Mereka telah menciptakan website yang sesuai dengan minat mereka dimana mereka tergolong expert dalam membahas topik website yang mereka buat. Begitu mereka telah mendirikan situs web dengan akumulasi jumlah lalu lintas web yang besar, mereka akan mampu menghasilkan pendapatan sederhana melalui penempatan beberapa kode Google AdSense di halaman website dan menempatkan beberapa konten yang berhubungan dengan link afiliasi di situs-situs mereka.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang contoh marketer

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang pengertian positioning

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : http://www.fandysetiawan.com/tag/contoh-internet-marketing

pengertian positioning

 analisis logo dan slogan suatu produk makanan - Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)

pengertian positioning
pengertian positioning
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.

Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya

Sedangkan menurut Cravens (1991:255),keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi positioning.
Oleh karena itu, strategi positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Dari definisi diatas terkandung pengertian bahwa positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen. Jadi positioning adalah usaha untuk
menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran 
Menurut Craven (1991:270)bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).
Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.
Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.
Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan melawan riuhnya komunlkasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau menolak informasi yang ditawarkannya. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. Konkritnya, satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi justru pikiran itu sendiri. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat, pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

Product Positioning
Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985: 37), yang juga mengemukakan definisi product positioning
sebagai berikut:
“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.”
Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.
Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna(1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. adapun uraiannya sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

Product Positioning Strategy
Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (1997:265)menjelaskan beberapa cara
product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada
konsumen yang dituju, antara lain: 

1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.

3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat.

4. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.

5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park.

6.Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya:
Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’.

7. Penentuan posisi harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya Busch Gardens
dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.
(Baca :Strategi Repositioning (reposisi suatu produk) untuk membentuk citra merek.)
Labels: Manajemen Pemasaran
Jangan lupa baca: Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran. Menurut Lamb, Hair, McDaniel (2003: 205), repositioning adalah merubah persepsi konsumen relasi brand menjadi kompetisi brand. Terkadang perusahaan melakukan repositioning untuk menyangga pertumbuhan permintaan pada saat pasar sedang melemah atau untuk mengoreksi kesalahan positioning. Perubahan demografi, menurunnya penjualan atau perubahan pada lingkungan sosial seringkali memotivasi perusahaan untuk mereposisi penetapan brand. Sasaran utama dari strategi reposisi suatu produk adalah membentuk citra merek tertentu di benak konsumen. Dari pernyataan ini dapat dikatakan bahwa image dan repositioning mempunyai hubungan yang erat dalam mengambil keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh citra badan usaha yang bersangkutan sedangkan posisi produk yang ada di benak konsumen dapat membentuk suatu citra yang khusus di benak konsumen. Memposisikan produk tidak hanya sekedar konsumen mengetahui keberadaan produk tapi juga dapat memberikan kepuasan yang berarti bagi konsumen.
Reposisi suatu produk (repositioning) yang dilakukan oleh badan usaha terhadap produknya bertujuan untuk menempatkan suatu posisi yang unik di benak konsumen, sehingga konsumen diharapkan akan memiliki suatu kesan tertentu terhadap merek tertentu. Kesan ini adalah brand image. Demikian pula sebaliknya, brand image yang tercipta pada suatu merek dibentuk, dan dipengaruhi usaha-usaha repositioning yang dilakukan oleh badan usaha. Hasil yang didapat dari kesuksesan strategi reposisi suatu produk (repositioning strategy) adalah berupa suatu citra merek yang berbeda dan tertanam di dalam benak konsumen dan dipercaya oleh konsumen di dalam melakukan aktivitas pemilihan produk. Keberhasilan strategi reposisi suatu produk (repositioning strategy) yang dijalankan badan usaha terhadap produknya adalah dengan terbentuknya brand image yang unik dan tertanam kuat di benak konsumen, tentu akan berpengaruh dalam aktivitas pemilihan produk. Secara psikologis konsumen akan cenderung untuk mengadopsi suatu jenis produk yang mempunyai citra merek yang kuat, dan unik karena menawarkan sesuatu yang lain dengan yang ditawarkan pesaing.

Reposisi suatu produk (repositioning) yang ada di dalam benak konsumen dapat membentuk image di benak konsumen, sehingga dalam melakukan aktifitas pemilihan produk, konsumen dipengaruhi oleh image dari merek yang tertanam di benak konsumen seperti tersebut di atas.
Badan usaha melakukan repositioning terhadap produknya dengan positioning tersebut dapat menciptakan suatu image, dengan repositioning yang tepat dan sesuai dengan manfaat dari atribut yang diberikan oleh produk dan jasa yang ditawarkan maka antara harapan dan keinginan konsumen dapat dipenuhi, sehingga konsumen akan mengingat merek dari produk tersebut. Badan usaha berusaha membentuk image yang positif tentang produknya pada benak konsumennya. Merek akan sangat berperan penting agar konsumen dapat mengingat produk badan usaha dengan produk badan usaha yang lain untuk itu dengan menanamkan image yang positif pada benak konsumen, konsumen akan lebih mudah untuk tertarik membeli produk badan usaha itu.
Dengan adanya repositioning yang baik, maka badan usaha mempunyai posisi persaingan yang menarik dan akan didukung oleh asosiasi yang kuat pula. Pada situasi persaingan yang semakin ketat perbedaan image suatu produk bisa menjadi lebih kompleks dan pasar menjadi lebih ramai sehingga konsumen menjadi lebih mempercayai citra merek suatu produk dan pada atribut aktual suatu produk dalam keputusan pembeliannya. Asosiasi yang berbeda dapat menjadi kunci persaingan yang menguntungkan, karena jika suatu merek mempunyai posisi yang lebih baik, maka konsumen cenderung memilihnya dalam keputusan pembeliannya, sehingga menjadi rintangan berat bagi pesaingnya.

Alasan perlunya Repositioning
Menurut Kertajaya (2004:96–105), Ada beberapa alasan mengapa perusahaan perlu melakukan repositioning :
1. Reaksi atas posisi baru pesaing
Rasanya pasti tidak enak jika merek Anda terus diserang oleh pesaing. Kalau anda tetap berdiam diri terhadap pergerakan pesaing, anda mungkin akan dikesankan tidak mampu atau kalah bersaing. Repositioning dilakukan saat positioning Anda menjadi tidak unik dan tidak menunjukkan “ kenapa “ harus memilih merek anda dibanding pesaing.
2. Menggapai pasar baru
Sebuah merek seringkali telah memiliki pasar yang bagus, tetapi pasar yang bagus tersebut justru sering memancing masuknya pesaing – pesaing baru yang ramai – ramai menyerang pemain yang sudah ada. Atau bisa saja sebuah merek merasa pasar yang selama ini dilayani sudah sulit berkembang, untuk itu perlu dipikirkan untuk menyasar segmen baru. Jika ingin menyasar segmen baru, apakah selalu harus menggunakan repositioning? Pertimbangannya sederhana, setiap segmen tentu memiliki karakteristik yang berbeda, jika Anda tetap menggunakan positioning lama untuk menyasar segmen baru, apakah cocok? Dapat dikatakan tidak. Untuk itu, jika berniat masuk ke pasar baru, lakukanlah repositioning.
3. Menangkap tren baru
Pasar tidak ada yang statis, selalu ada trend – trend baru yang muncul. Perkembangan ini tentu merubah preferensi dan perilaku konsumen. Hal ini tentu saja sering memaksa kita memikirkan kembali positioning merek kita saat ini. Analisa dengan baik apakah tren tersebut bertahan lama dan yang paling penting adalah apakah trend tersebut akan merubah perilaku konsumen terhadap keputusan pembeliannya. Jika ya, maka anda harus melakukan repositioning.
2. Mengubah value offering
Repositioning bisa dilakukan bila sebuah merek mencoba menawarkan value yang berbeda. Value disini menunjukkan perbandingan antara apa yang didapatkan konsumen (total get) dengan apa yang diberikan (“total give”). Dengan perubahan value yang ditawarkan ke konsumen, tentu sebuah merek mau tidak mau harus melakukan repositioning, karena yang ditawarkan sudah berbeda. Kalau masih tetap mempertahankan positioning yang lama, maka tidak menunjang perubahan value yang ditawarkan ke konsumen.
Labels: Manajemen Pemasaran
Bahan Kuliah Manajemen Pemasaran. Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya. 

Macam-macam atau Jenis kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 : 
a. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
b. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan
yang sangat istimewa dari sebuah rumah makan yang mewah .

Pengukuran Kepuasan Konsumen
Menurut Philip Kotler (1997:38) ada empat metode yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu :

a. Sistem keluhan dan saran
Untuk mengidentifikasikan masalah maka perusahaan harus mengumpulkan informasi langsung dari konsumen dengan cara menyediakan kotak saran. Informasi yang terkumpul untuk memberikan masukan bagi perusahaan.

b. Survei kepuasan konsumen
Survei kepuasan konsumen dapat dilakukan dengan cara survei melalui pos surat, telephone, maupun wawancara pribadi. Dengan metode ini perusahaan dapat menciptakan komunikasi 2 arah dan menunjukkan perhatiannya kepada konsumen.

c. Ghost Shopping
Metode ini digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan pesaing dan membandingkannya dengan perusahaan yang bersangkutan. 


d. Analisis kehilangan konsumen
Tingkat kehilangan konsumen menunjukkan kegagalan perusahaan dalam memuaskan konsumennya. Perusahaan seharusnya menganalisa dan memahami mengapa konsumen tersebut berhenti mengkonsumsi produk kita. Menurut Fandy Tjiptono (1997:35), metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen dapat dengan cara :
a. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaan.
b. Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar mereka mengharapkan suatu atribut tertentu dan seberapa besar yang dirasakan.
c. Responden diminta untuk menuliskan masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan perbaikan yang mereka sarankan.
d. Responden dapat diminta untuk meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja perusahan dalam masing-masing elemen.
Labels: Manajemen Pemasaran
Bahan Kuliah Manajemen Pemasaran. Sebelum berbicara mengenai faktor – faktor pendukung terbentuknya brand image ada baiknya dimulai dari konsep brand dan image.

1.Brand
Brand (merek) merupakan salah salah satu bagian terpenting dari suatu produk. Merek dapat menjadi suatu nilai tambah bagi produk baik itu produk yang berupa barang maupun jasa. Sebagai contoh: Apabila terdapat 2 (dua) buah botol parfum yang diisi dengan jenis parfum yang sama baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, maka parfum yang diberi merek akan lebih dianggap bernilai, lebih bagus dan lebih berkualitas dibandingkan dengan parfum yang tidak diberi merek.
Nilai tambah ini sangat menguntungkan bagi produsen atau perusahaan. Karena itulah perusahaan berusaha terus memperkenalkan merek yang dimilikinya dari waktu ke waktu, terutama konsumen yang menjadi target marketnya.
Pengertian tentang merek, “Merek adalah istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual, yang membedakan produk/jasa tersebut dengan produk lain terutama produk saingannya” (Kotler,1987, p. 440).
Elemen – elemen dari merek adalah:
1. nama
2. logo
3. simbol
4. desain
5. slogan
6. kemasan
Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan elemen merek:
1. Mudah diingat
Artinya elemen merek yang dipilih hendaknya yang mudah diingat, dan disebut/diucapkan. Simbol, logo, nama yang digunakan hendaknya menarik, unik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk diingat dan dikonsumsi.
2. Memiliki makna
Artinya elemen merek hendaknya mengandung sebuah makna maupun penjelasan/ deskripsi dari produk. Diharapkan makna ini dapat mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut.
Deskripsi makna yang terkandung dapat berupa:
a. informasi umum tentang kategori dan isi dari produk
b. informasi tentang komposisi penting yang ditonjolkan produk dan manfaat dari produk.
3. Menarik dan lucu
Pendekatan lain untuk menarik perhatian konsumen adalah dengan variasi elemen merek yang unik, lucu, pemilihan elemen yang kaya akan visualisasi dan imajinasi. Dalam hal ini yang ditonjolkan adalah desain yang menarik dan lucu.
4. Fleksibel
Artinya elemen merek dapat dimengerti dan tetap dapat diterima oleh daerah/pasar, bahkan budaya lain. Nama yang digunakan pun tidaklah terlalu sulit untuk diterjemahkan. Seringkali pemilihan elemen merek mudah diingat oleh masyarakat lokal, namun sangatlah sulit dimengerti oleh masyarakat lain. Hal ini tentunya akan menghambat produsen untuk masuk dalam pasar yang baru.
5. Legal
Artinya brand elemen tersebut sah menurut hukum dan undang–undang yang berlaku, sehingga berada di bawah perlindungan hukum.
Hal – hal yang berkaitan erat dengan merek adalah :
1. Nama merek (brand name), yaitu bagian dari suatu merek yang dapat diucapkan atau dilafalkan. Contoh : Avon, Toyota, Disneyland, Pepsodent, dan lain-lain.
2 Tanda merek (brand mark), yaitu bagian dari merek yang dapat dikenali,namun tidak dapat dibaca atau diucapkan. Tanda merek ini berupa logo, simbol, warna, gambar, desain.
Faktor – faktor yang mendasari pemberian nama merek sebuah produk antara lain:
1. Pemberian nama berdasarkan pencipta produk.
Contoh: Estee Lauder Cosmetics, Orville Redenbacher popcorn
2. Pemberian nama berdasarkan tempat
Contoh: Surabaya Plaza Hotel, British Airways, Sante Fe Cologne
3. Pemberian nama berdasarkan nama hewan / burung
Contoh: Mustang automobiles, rokok Kuda Mas
4. Pemberian nama berdasarkan obyek/benda tertentu
Contoh: Apple computers
5. Pemberian nama berdasarkan arti/makna produk tersebut,yang berarti nama menjelaskan keberadaan produk yang dipasarkan. Contoh: Just Juice
6. .Pemberian nama berdasarkan fungsi atau kegunaan produk
Contoh : Mop and Glo floor cleaner: produk pembersih lantai
Karakter brand supaya menjadi brand yang berpotensi
1. A quality product
Sejak kepuasaan konsumen digunakan untuk mengukur nilai-nilai merek (brand values), kualitas adalah nomor satu yang diinginkan konsumen.
2. Being first
Menjadi yang pertama dalam pasar, bukan dalam teknologi.
3. Unique positioning concept
Merek harus memiliki posisi konsep yang unik, yang akan membedakan dari pesaingnya
4. Strong communications program
Brand yang sukses harus disertai dengan penjualan yang efektif, pengiklanan, kampanye promosi yang akan mengkomunikasikan fungsi dari brand itu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan usaha yang keras, dan komitmen untuk memperkuat komunikasi itu, maka akan menimbulkan kesadaran konsumen akan brand tersebut.
5. Time and Consistency
Merek tidak dibangun dalam waktu yang cepat, membutuhkan waktu untuk membangun merek tersebut dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Dalam memelihara nilai-nilai merek dibutuhkan waktu yang berkesinambungan (terus– menerus) dan dihubungkan dengan perubahan lingkungan.
Fungsi brand (merek) :
1. Bagi konsumen :
a. Identifikasi mutu produk, baik berupa barang maupun jasa. Mutu/kualitas produk berupa barang nyata/tampak dari kondisi barang tersebut, baik dari kualitasnya sampai pada kemasan barang. Sedangkan produk yang berupa jasa, mutu/kualitas pelayanan adalah pelayanan kepada tamu.
b. Merek meningkatkan efisiensi pembeli. Dengan adanya nama/merek maka akan memudahkan pembeli menemukan produk yang dicari/diminati. Hal ini tentunya lebih efisien dan efektif.
c. Membantu menarik perhatian konsumen atas suatu produk baru yang mungkin memberikan keuntungan bagi mereka.
d. Untuk membantu mencegah terjadinya hal–hal yang tidak diinginkan okonsumen/resiko konsumen, baik resiko dalam hal kesehatan, resiko kesalahan fungsi produk, kesalahan harga, ataupun resiko ketidaklayakan produk/jasa tersebut dikonsumsi.
2. Bagi produsen, penjual :
a. Memudahkan penjual untuk memproses pesanan dan menelusuri masalah yang timbul.
b. Sebagai perlindungan hukum terhadap ciri khas produk, sehingga tidak ada produk lain yang meniru.
c. Membantu penjual dalam melakukan segmentasi pasar
d. Membantu penjual dalam menarik pelanggan/konsumen yang setia dan yang menguntungkan.
e. Membantu membangun citra perusahaan/produsen (jika merek tersebut menimbulkan persepsi positif di masyarakat)
f. Mengidentifikasikan produk dalam perdagangan
g. Mengidentifikasikan keunggulan produk yang dimiliki, yang membedakan produk tersebut dengan produk lain, terutama produk saingan.
Perusahaan baik perusahaan barang maupun jasa berusaha meningkatkan kekuatan mereknya di pasaran dari waktu ke waktu. Dalam hal ini produsen akan berusaha memperkenalkan produknya terutama keunggulan produk yang tidak dimiliki oleh produk lain.
Keberadaan merek bukan hanya semata–mata menunjukkan nama dari sebuah produk, namun lebih dari itu, merek menunjukkan nilai tambah dari produk dalam berbagai dimensi, yang membedakan produk tersebut dengan produk lain.
Kesuksesan dalam membangun merek yang kuat akan tercipta apabila elemen-elemen pendukung merek mendukung dan memberikan kontribusi yang positif guna terciptanya merek yang kuat di pasaran. Elemen–elemen yang dimaksudkan di sini adalah kualitas produk yang baik, kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan ataupun keinginan konsumen, kemampuan strategi marketing yang handal untuk terus memperkenalkan merek di pasaran melalui segala program–program marketing, sampai pada kemasan produk yang benar, baik dan menarik, harga produk yang sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan.
Dengan demikian, merek dapat terus dikenal, menjadi perhatian dan terus dikonsumsi oleh masyarakat (menciptakan keloyalan konsumen), dipercaya, sehingga merek tersebut menjadi merek yang kuat di pasaran.

2. Image
Pengertian image (citra) menurut Kotler (1992) adalah kepercayaan, ide, dan impressi seseorang terhadap sesuatu (Kotler, 1997, p.57). Sedangkan pengertian citra menurut Alma, Buchari (1992) citra merupakan kesan, impressi, perasaan atau persepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, suatu obyek, orang atau lembaga. (p.32). Bagi perusahaan citra berarti persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi ini didasarkan pada apa yang masyarakat ketahui atau kira tentang perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itulah perusahaan yang sama belum tentu memiliki citra yang sama pula dihadapan orang. Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi konsumen dalam mengambil keputusan penting. Contoh: keputusan untuk membeli suatu barang, keputusan untuk menentukan tempat bermalam, keputusan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman, pengambilan kursus, sekolah, dan lain-lain. Citra yang baik akan menimbulkan dampak positif bagi perusahaan, sedangkan citra yang buruk melahirkan dampak negatif dan melemahkan kemampuan perusahaan dalam persaingan.

3. Brand image
Pengertian brand image (Keller, 2003):
1. Anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumen.
2. Cara orang berpikir tentang sebuah merek secara abstrak dalam pemikiran mereka, sekalipun pada saat mereka memikirkannya, mereka tidak berhadapan langsung dengan produk Membangun brand image yang positif dapat dicapai dengan program marketing yang kuat terhadap produk tersebut, yang unik dan memiliki kelebihan yang ditonjolkan, yang membedakannya dengan produk lain. Kombinasi yang baik dari elemen–elemen yang mendukung (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya) dapat menciptakan brand image yang kuat bagi konsumen.
Faktor – faktor pendukung terbentuknya brand image dalam keterkaitannya dengan asosiasi merek: (Keller, 2003)
1. Favorability of brand association / Keunggulan asosiasi merek.
Salah satu faktor pembentuk brand image adalah keunggulan produk, dimana produk tersebut unggul dalam persaingan. Contoh: Oliver Footwear merupakan penghasil alas kaki terbesar di Australia. Produknya adalah sepatu bot tinggi untuk tempur, sepatu tinggi untuk pemadam kebakaran. Sepatu bot yang diproduksi awal tahun 1990-an ini sekarang menjadi salah satu model sepatu terbaik di Australia. Kelebihan sepatu ini adalah kualitas yang unggul baik dalam hal model maupun kenyamanan pada saat di pakai. Sepatu ini
berusaha untuk terus mempertahankan “gaya gagah dan watak sederhana“.
Karena keunggulan kualitas (model dan kenyamanan) dan ciri khas itulah yang menyebabkan sepatu ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi kalangan orang muda, usahawan Barat kaya serta para wanita.

2. Strength of brand association/familiarity of brand association / Kekuatan
asosiasi merek
Contoh membangun kepopuleran merek dengan strategi komunikasi melalui periklanan: Hotel Shangri-la sebagai hotel bintang lima yang berhasil menampilkan diri sebagai merek hotel yang berkualitas di wilayahnya pada tahun 1990-an. Strategi yang digunakan adalah dengan melakukan kampanye iklan dengan slogan “Kemana lagi kecuali ke Shangri-La ?” Setiap merek yang berharga mempunyai jiwa, suatu kepribadian khusus. adalah kewajiban mendasar bagi pemilik merek untuk dapat mengungkapkan, mensosialisasikan jiwa/ kepribadian tersebut dalam satu bentuk iklan, ataupun bentuk kegiatan promosi dan pemasaran lainnya. Hal itulah yang akan terus menerus menjadi
penghubung antara produk/merek dengan konsumen. Dengan demikian merek tersebut akan cepat dikenal dan akan tetap terjaga ditengah–tengah maraknya persaingan.Membangun popularitas sebuah merek menjadi merek yang terkenal tidaklah mudah. Namun demikian, popularitas adalah salah satu kunci yang dapat membentuk brand image konsumen.

3. Uniquesness of brand association / Keunikan asosiasi merek
Merupakan keunikan–keunikan yang di miliki oleh produk tersebut. Sebagai salah satu contoh adalah usaha Negara Singapura yang dimulai pada tahun 1970-an, di mana Negara ini berusaha serius terlibat dalam dunia pariwisata. Pada tahun itu, Singapura sadar akan keberadaannya yang tidak memiliki kekuatan besar untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata. Salah satu kendala terbesar adalah faktor minimnya dana. Kendala lainnya adalah:
1. Citranya sebagai Negara tujuan liburan sangat rendah bagi kebanyakan negara Barat yang saat itu menjadi pasar yang kuat di sektor pariwisata.
2. Agenda moderenisasi perkotaan pemerintah yang tidak sesuai dengan janji pelayanan orang asing yang unik yang biasanya dicari para wisatawan.
Sedangkan kelebihan yang dimiliki oleh Negara ini adalah: lokasi yang sangat strategis dan keberadaan singapura yang merupakan gudang serta pertokoan bebas bea cukai terbaik di Asia Tenggara.
Usaha yang dilakukan Negara Singapura dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya adalah dengan menciptakan keunikan–keunikan yang menarik perhatian masyarakat, antara lain :
1. Memberikan pajak yang kecil pada semua rekening hotel dan restoran pada organisasi–organisasi yang mendukung, berhubungan dengan sektor pariwisata.
2. Kampanye global untuk pertama kalinya yang diadakan oleh Dewan Pariwista pada tahun 1980-an. Sasaran utamanya adalah lalu lintas pengunjung di pasar–pasar Barat yang terpilih. Slogan yang di pilih adalah “Pulau Tropis yang Paling Mengagumkan di Dunia“. Lima macam iklan dengan variasi dan gambar yang berbeda–beda dimuat dan dirotasikan pada majalah–majalah populer sepanjang tahun. Lima publikasi beruturut–turut setiap minggu. Metode tersebut berhasil. Pemasangan iklan tersebut mampu menumbuhkan ingatan tentang Singapura bagi para pembaca baik dalam maupun luar negeri. Para pembaca merasa bahwa Singapura sedang berbicara kepada mereka setiap minggunya. Iklan tersebut sangat menarik dimana ditampilkan keunikan–keunikan Singapura sebagai Pulau Tropis yang paling mengagumkan. Keunikan tersebut sangat menarik perhatian dan terus diingat oleh pembaca. Selain iklan pada majalah, dibuat pula brosur-brosur yang juga memuat keunikan Singapura. Berikut salah satu contoh isi brosur “Apa yang dapat anda lakukan di singapura yang tidak dapat dilakukan di tempat lain? Pesiar sore hari dengan perahu Jung Cina model lama, makan malam, dilayani di bawah cahaya lampu lentera ketika kaki langit menghilang ditelan senja? Kopi Minggu pagi dengan kicauan burung berbulu bintik–bintik? Minum kopi dengan orang utan yang suka berkelakar seperti orang di sebelah Anda… ”.Singapura terus berjuang untuk mengembangkan dunia pariwisatanya dengan menonjolkan keunikan yang dimilikinya. Klimaksnya slogan”Pulau Tropis yang Paling Mengagumkan di Dunia“ diganti menjadi “Singapura yang Mengagumkan“. Usaha berkesinambungan dari Singapura membuahkan hasil, pada tahun 2000, sektor pariwisata menyumbang hampir US $ 6 milyar pada perekonomian Singapura. Beberapa keuntungan dengan terciptanya brand image yang kuat adalah:
1. Peluang bagi produk/merek untuk terus mengembangkan diri dan memiliki prospek bisnis yang bagus.
2. Memimpin produk untuk semakin memiliki sistem keuangan yang bagus.
3. Menciptakan loyalitas konsumen
4. Membantu dalam efisiensi marketing, karena merek telah berhasil dikenal dan
diingat oleh konsumen.
5. Membantu dalam menciptakan perbedaan dengan pesaing. Semakin merek dikenal oleh masyarakat, maka perbedaan/keunikan baru yang diciptakan perusahaan akan mudah dikenali konsumen.
6. Mempermudah dalam perekrutan tenaga kerja bagi perusahaan.
7. Meminimumkan kehancuran/kepailitan perusahaan.
8. Mempermudah mendapatkan investor baru guna mengembangkan produk.

ada baiknya dibaca pula Positioning Dalam Strategi Pemasaran
semoga bermanfaat
Labels: Manajemen Pemasaran
Pelanggan merupakan aset terbesar bagi suatu perusahaan, tanpa pelanggan maka suatu perusahaan tidak akan pernah ada. Pelayanan yang berkualitas terhadap pelanggan merupakan kunci utama untuk meraih sukses dalam jangka panjang. bila sebuah perusahaan ingin berhasil dalam jangka panjang maka usaha-usaha untuk memelihara pelanggan melalui pelayanan yang memuaskan harus memperoleh perhatian yang utama.
Ada kalanya muncul pertanyaan kenapa lebih difokuskan pada memelihara atau mempertahankan, bukan menarik pelanggan?? bukankah pelanggan berarti pangsa pasar yang besar? jawabanya akan menjadi jelas jika dipahami bahwa usaha memperoleh pelanggan baru (offensive marketing) jauh lebih mahal dibandingkan dengan usaha mempertahankan pelanggan (deffensive marketing). hal ini terjadi karena diperlukan suatu usaha keras dan biaya yang banyak untuk membujuk pelanggan yang selama ini setia pada merek pesaing agar bersedia mencoba atau pindah pada merek yang ditawarkan perusahaan. tidak sedikit dana yang diperlukan untuk menarik mereka menjadi pelanggan tetap. alangkah efektifnya promosi yang dilaksanakan bila seandainya pelanggan yang diraih akan menjadi pelanggan tetap atau pelanggan loyal. Lalu apakah perusahaan tidak berarti menambah jumlah pelanggan?

Jawabannya terletak pada seberapa besar tambahan profit yang diperoleh dengan pertambahan jumlah pelanggan baru. jangan sampai pelanggan yang baru merupakan pelanggan yang sifatnya coba-coba atau pelanggan yang peka harga, yang hanya pindah ke produk kita saat dilakukan promosi. bila hal ini terjadi perolehan tambahan pangsa pasar sifatnya hanya sesaat yaitu pada periode promosi saja.
Terlebih lagi pada masa krisis seperti sekarang relatif sulit untuk menambah jumlah pelanggan baru. Untuk sebagian besar produk, menurunnya daya beli menyebabkan konsumen semakin bersikap rasional. Artinya, membeli produk karena benar-benar didasari oleh manfaat inti (core benefit) yang diberikan oleh produk tersebut.
Kesetiaan pelanggan dapat diciptakan melalui customer relantionship marketing, yang berarti menjaga hubungan dengan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang berkualitas merupakan kunci keberhasilan jangka panjang. Dalam kaitannya ini ada lima tingkatan jalinan hubungan yang bisa dibina antara produsen dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut :

1. Basic, para penjual hanya menjual produk dan sama sekali tidak melakukan kontak setelah pembelian terjadi.
2. Reactive, penjual menjual produk dan menyarankan agar mengontak mereka bila ada yang perlu ditanyakan pelanggan . Disini pihak penjual memiliki program pelayanan purnajual, hanya pelaksanaannya menunggu inisiatif pembeli/pelanggan. Perlu disadari bahwa karena sesuatu hal, banyak di antara pelanggan yang enggan menyampaikan keluhan-keluhannya. bagi golongan konsumen ini lebih baik berganti penjual atau berganti merek dari pada harus berurusan dengan complaint yang akan banyak menghabiskan energi. Perlu disadari pula bahwa sebagian besar konsumen indonesia termasuk golongan ini.
3. Accountable, penjual mengontak pelanggan beberapa saat setelah penjualan terjadi untuk memastikan apakah produk ini sudah sesuai dengan harapan mereka. Penjual juga mengumpulkan segala informasi dan keluhan pelanggan sebagai bahan masukan untuk memperbaiki produk dan pelayanan di masa yang akan datang.
4. Proactive, tenaga penjual melakukan kontak dengan pelanggan setiap saat untuk memaastikan bahwa tidak terjadi gangguan dalam penggunaan produknya serta menginformasikan adanya produk baru. sesuai dengan namanya, pihak penjual tidak saja memperhatikan kinerja produk yang telah dibeli pelanggan, tetapi secar aproaktif menawarkan produk-produk terbaru yang dimiliki perusahaan yang kemungkinan besar dibutuhkan mereka. misalnya dengan menginformasikan bagaimana menggunakan produk secaralebih aman, lebih baik, dan lebih efisien. atau bagaimana merawat sehingga menjadi lebih awet dan sebagainya. Melalui langkah ini pihak penjual telah membantu pelanggan untuk membantu proses konsumsi secara lebih baik untuk menghasilakn out-put lebih baik pula.
5. Partnership, pihak penjual bekerja sama secara kantinyu dengan pelanggan untuk menemukan suatu cara agar pelanggan bisa menjadi lebih baik. pada tingkatanterkahir ini antara pihak penjual dengan pelanggan telah terjalin komunikasi yang baik sehingga sampai pada suatu kesepahaman, yaitu bagaimana caranya memuaskan pelanggan akhir dengan baik. mereka tidak saja memusatkan perhatian pada kinerja produk yang digunakan saat ini tetapi pada produk lain yang langsung maupun tidak langsung terkait dengan penggunaan produk tersebut. mau tidak mau mereka akan membentuk suatu jaringan (mungkin tidak bekerja sama dengan pemasok) yang bisa membentuk suatu mata rantai untuk memberi pelayanan lebih baik, lebih cepat, dan lebih memuaskan pelanggan akhir. dalam kondisi demikian kedua belah pihak sangat menydari bahwa persaingan telah bergeser dari persaingan produk ke persaingan jaringan. hal ini terjadi karena pelanggan mulai mengukur kualitas penawaran denan membandingkan nilai yang mereka terima dari suatu produk (total customer value) dengan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut (total customer cost). produk mana yang memberikan selisih terbesar dari kedua komponen itu (customer delivered value) itulah yang akan dibeli.

Jangan pernah merasa bahwa pelanggan akan bergantung kepada kita (terlebih pada kondisi persaingan yang ketat), tetapi sebenarnya kitalah yang tergantung pada mereka. bila hal ini dikaitkan dengan konsep pemasaran yang menyatakan bahwa laba hanya dicapai melalui kepuasan pelanggan, tidaklah mengherankan bahwa sebenarnya eksistensi sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh pelanggan.
Banyak pesaing yang berlaga dalam arena persaingan dengan berbagai merek produk yang ditawarkan memberikan banyak alternatif kepada konsumen. konsumen bebas menentukan pilihan atas produk yang dirasakan memberikan kepuasan lebih tinggi. bagi perusahaan yang selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan denganmenitikberatkan pada customer value, kondisi tersebut (sampai saat tertentu) mungkin belum begitu mengkhawatirkan. tidak ada yang bisa menjamin bahwa pelanggan akan selalu tetap setia kepada produk ataupun merek yang ditawarkan.
Dalam kenyataan tidaklah banyak banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya memberi pelayanan yang memuaskan pelanggan. kalaupun kesadaran itu ada dan memiliki komitmen untuk mewujudkan keinginan tersebut, sering terjadi bahwa pelayanan yang baik dan memuaskan sangat jarang diperoleh pelanggan. keadaan ini disebabkan oleh tiga hal (Le Boeuf, 1992), yaitu sebagai berikut :

1. Para Karyawan tidak Memahami Dasar-Dasar Pelayanan. Acap kali karyawan ditugasi melaksanakan pekerjaannya tanpa terlebih dahulu memahami jelas hal-hal yang diperlukan untuk meraih mempertahankan pelanggan.
2. Saat Kontrak, yang merupakan saat rawan yang bisa merusak bisnis tidak ditangani dengan baik. Setiap kali seorang pelanggan melakukan kontak dengan suatu perusahaan, ia akan diliputi oleh perasaan senang atau tidak senang terhadap kontrak tersebut. Bagaimana sebaiknya menangani karyawaan saat kontrak tersebut setiap hari. itulah yang menentukan keberhasilan perusahaan pada masa mendatang.
3. Sistim Imbalan. Sistem imbalan yang baik akan memenangkan tiga pihak yang terlibat yaitu pelanggan, karyawan dan perusahaan. Hal inilah sebenarnya merupakan hakikat bisnis yang baik.

Dalam upaya memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan, terlebih dahulu harus dipahami apakah sebetulnya yang dibeli oleh pelanggan kita mereka melakukan bisnis dengan kita? jawabannya bahwa pelanggan tidak membeli apa yang dijual oleh perusahaan. Sebenarnya mereka membeli apa yang bisa diperbuat oleh barang dan jasa itu terhadap mereka. Jangan menjual barang terhadap mereka tetapi jualah harapan, perasaan, rasa bangga dan kebahagiaan. Pelanggan hanya mau menukar uang yang telah dcarinya dengan susah payah hanya untuk dua hal : 1. rasa senang dan puas, 2. serta pemecahan atas masalah.
Rasa senang dan puas karena masalah yang dihadapi dapat terpecahkan akan dinikmati pelanggan melalui pelayanan yang berkualitas. Kualitas pelayanan seperti apakah yang mampu membuat pelanggan merasa puas? Tidak jarang terjadi beberapa perusahaan merasa telah memberikan pelayanan yang berkualitas, namun pelanggan mereka tetap merasakan ketidakpuasan dan berpaling kepada pesaing. Pelanggan akan datang untuk membeli dan kembali untuk membeli lagi bukanlah karena kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan melainkan karena kualitas pelayanan yang dipersepsika oleh mereka. Persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan adalah perbedaan antara apa yang mereka peroleh dengan apa yang mereka harapkan.
Bagi setiap orang apa yang dipersepsikannya, itulah kenyataan. karena tak ada dua orang memiliki pengalaman masa lalu serta harapan yang sama, tak akan ada pula dua orang yang memiliki persepsi yang sama. seseorang yang sedang menunggu untuk memperoleh layanan tertentu akan merasakan bahwa waktu tunggu 15 menit cukup singkat, sementara yang lain merasakan terlalu lama. jadi, periode waktu yang sama dirasakan berbeda oleh orang yang berbeda karena mereka memiliki persepsi yang berbeda dalam memandang atau merasakan lama tidaknya sebuah layanan. Dalam upaya untuk memelihara pelanggan maka keberhasilan bisnis sebuah perusahaan ditentukan oleh persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang analisis logo dan slogan suatu produk makanan

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kumpulan SLOGAN Iklan

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka contoh marketing : http://ekonomiaccountancy.blogspot.co.id/2011/12/pengertian-positioning.html