METODE PEMBELAJARAN INOVATIF SEBAGAI MAGNET BELAJAR *)

METODE PEMBELAJARAN INOVATIF SEBAGAI MAGNET BELAJAR *)

buzz marketing, guerilla marketing, integrated marketing, integrated marketing communications, marketing, marketing mix, marketing news, niche marketing, sports marketing, word of mouth marketing
METODE PEMBELAJARAN INOVATIF SEBAGAI MAGNET BELAJAR *) 


kata kata iklan sprite   - Das Salirawati, M.Si **)

PENDAHULUAN
    Pembelajaran dan belajar adalah dua hal yang tak terpisahkan dan saling berkaitan erat, karena dalam pembelajaran ada unsur belajar, sebaliknya dalam belajar selalu diawali dengan adanya pembelajaran. Oleh karena itu keduanya harus seiring sejalan dalam mengawal mahasiswa mencapai pemahaman seluruh materi kuliah yang ditempuhnya agar berhasil menempuh pendidikan dengan baik.
    Saat ini terjadi perubahan Kurikulum Nasional yang berdampak pula pada perubahan kurikulum di tingkat Perdosenan Tinggi. Perubahan kurikulum berarti perubahan segala apa yang telah mapan yang telah lama ditekuni, disusun, dan dijalankan. Seperti diketahui, pembelajaran adalah suatu sistem dimana di dalamnya terdapat berbagai kom-ponen yang saling berinteraksi, bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Perubahan kurikulum membawa dampak pada perubahan komponen-komponen tersebut, termasuk komponen metode pembelajaran   
Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang berada di bawah kontrol dosen. Oleh karena itu dosenlah yang harus mempersiapkan penerapan suatu metode pada pembelajaran suatu konsep. Dosen yang sering mengikuti seminar atau sharing antar teman sejawat akan memperoleh banyak tambahan pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang metode-metode pembelajaran yang baru dikembangkan dalam dunia pendidikan. Sebaliknya dosen yang tertutup, tidak pernah berkecimpung dalam pergaulan ilmiah, maka akan banyak ketinggalan informasi, terutama informasi mengenai metode pembelajaran yang baru.
Dunia pendidikan kita saat ini sedang banyak berbenah dalam segala aspek. Diharapkan munculnya pedoman penyelenggaraan pendidikan yang baru yang namanya kurikulum dapat membawa angin segar adanya perubahan ke arah peningkatan kualitas pembelajaran. Sebagai dosen, pelaksana kurikulum pada tingkat pembelajaran, tentunya perlu memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk dunia pendidikan saat ini. Diantara yang harus dipikirkan adalah bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan dapat membawa mahasiswa menjadi lebih termotivasi, bersemangat, dan bergairah  dalam  belajar. Perkem-


bangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan bagi dosen melakukan pembaharuan dalam hal metode pembelajaran yang akan diterapkan di dalam kelas. Pembaharuan di sini tidak selalu harus baru, tetapi yang lamapun dapat dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga memunculkan metode pembelajaran yang inovatif sekaligus memenuhi himbauan isu pendidikan internasional, yaitu pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) dan bermakna (meaningful learning).  Perlu diingat, mengejar kemajuan negara lain (bukan mengejar ketertinggalan) memang HARUS, tetapi jangan lalu berdiri di awang-awang tanpa menginjak di bumi pertiwi sendiri. Singkat kata, menciptakan metode pembelajaran yang inovatif HARUS kita lakukan, tetapi harus tetap melihat kenyataan di lapangan. Ya ... melihat kemampuan kita (akademis, waktu, tenaga, biaya, dan lain-lain), juga ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Dengan demikian inovasi yang dikembangkan dapat dianut dan diterapkan oleh semua dosen dan bahkan semua jurusan. Metode pembelajaran yang inovatif seperti apakah yang dapat menyembatani hal itu agar benar-benar dapat terwujud ? Mari kita bersama-sama mencoba membahasnya.

METODE PEMBELAJARAN
Metode adalah cara yang tersusun dan teratur yang digunakan untuk mencapai tujuan, sedangkan pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang berupaya membelajar-kan anak didik  Jadi, metode pembelajaran adalah proses kegiatan membelajarkan anak didik dengan menyajikan materi kuliah kepada mahasiswa secara tersusun dan teratur untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Atwi, 1993).
Ada berbagai metode pembelajaran yang biasa digunakan dosen, seperti metode ceramah, diskusi, tanya jawab, tugas, problem solving, problem posing, dan lain-lain. Baik buruknya suatu metode pembelajaran sangat tergantung kecakapan dosen dalam memilih dan menggunakan metode tersebut (Pasaribu dan Simanjuntak, 1983). Pengguna metode memberi warna dan nilai pada metode yang digunakan. Penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Bagaimanapun sempurnanya kurikulum, betapapun lengkapnya sarana dan prasarana semuanya itu perlu didukung oleh peranan dosen selaku ujung tombak pembaharuan pendidikan. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa keunggulan pembelajaran di Jepang terutama disebabkan oleh peranan dosen yang mampu memilih strategi pengajaran yang efektif termasuk di dalamnya memilih metode pengajaran (Aleks Masyunis, 2000).
Sebelum merencanakan untuk menerapkan metode baru, dosen sebaiknya me-mikirkan kesesuaiannya dengan materi yang akan diajarkan, termasuk kelancaran penerapannya dengan meninjau alokasi waktu yang tersedia dan sarana prasarana pendukung yang ada. Jangan sampai ketika menerapkan metode baru melebihi waktu yang tersedia atau ada peralatan yang ternyata tidak dapat terpenuhi, karena semua ini akan berakibat pada kegagalan penerapan metode tersebut. Padahal tujuan penerapan metode untuk membantu pemahaman mahasiswa, bukan sebaliknya membingungkan mahasiswa. 
Perlu diingat bahwa meskipun ceramah merupakan metode konvensional, bukan berarti bahwa ceramah harus ditinggalkan, karena beberapa penelitian menunjukkan metode ceramah masih relevan digunakan untuk mengajarkan materi yang bersifat teoretis. Hanya saja dalam penggunaannya, metode ceramah perlu dikombinasi dengan metode mengajar lainnya untuk menghilangkan kejenuhan mahasiswa.

METODE PEMBELAJARAN INOVATIF
Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (1997), inovasi berarti penemuan sesuatu yang baru atau berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan inovatif adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru. Jadi, metode pembelajaran inovatif adalah suatu aktivitas memperkenalkan sesuatu yang baru dalam upaya membelajarkan anak didik, atau memperkenalkan sesuatu yang baru ketika melakukan transfer pengeta-huan, keterampilan, dan nilai-nilai pada anak didik dengan cara yang tersusun dan teratur dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Pengertian “baru” bukan berarti benar-benar sesuatu yang baru, tetapi kita dapat mengambil sesuatu yang sudah lama kemudian dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi sesuatu yang baru yang belum pernah diperkenalkan pada anak didik.
Dalam penciptaan metode pembelajaran inovatif yang terpenting adalah kemauan dan keinginan dosen untuk membuat belajar menjadi menarik untuk diikuti dan menghilangkan kebosanan mahasiswa dalam belajar. Selain itu, adanya metode pembela-jaran yang inovatif diharapkan mampu mengubah image belajar sebagai suatu keterpaksa-an menjadi suatu kebutuhan, dengan cara membawa mahasiswa menikmati sisi-sisi keindahan dan kemenarikan dari suatu materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Hal ini hanya dapat dilakukan bila dosen memahami pentingnya menciptakan pembelajaran bermakna dan menyenangkan (meaningful learning dan joyful learning).
Sesuai dengan pendapat Ausubel (1991) bahwa belajar akan bermakna jika mahasiswa dapat mengaitkan konsep yang dipelajari dengan konsep yang sudah ada dalam struktur kognitifnya, dan pendapat Bruner (1991) yang menyatakan belajar akan berhasil lebih baik jika selalu dihubungkan dengan kehidupan orang yang sedang belajar (anak didik). Secara logika dapat dipahami, bahwa kita pasti akan belajar serius bila isi dari yang dipelajari ada kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari dan kata-kata atau kalimat yang didengar sudah familiar di kepala kita. Melalui metode pembelajaran yanng inovatif diharapkan ada perbaikan praktik pembelajaran ke arah yang lebih baik. Perubahan ini tidak harus terjadi secara draktis, perlahan-lahan tetapi pasti. Perbaikan pada proses sangat penting agar keluaran yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

CONTOH KONKRIT METODE PEMBELAJARAN INOVATIF
1. METODE EKSPERIMEN
Banyak metode pembelajaran dapat diterapkan dalam proses pembelajaran kimia, salah satunya adalah metode eksperimen. Metode ini sangat dianjurkan dalam pembela-jaran kimia, karena sesuai dengan tujuan pendidikan yang meliputi 3 aspek, yaitu mengembangkan pengetahuan, menanamkan sikap ilmiah, dan melatih keterampilan. Melalui eksperimen mahasiswa memperoleh pemahaman yang mendalam tentang suatu konsep, sebab mahasiswa melakukan dan melihat sendiri.
Anak didik belajar, 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang dikatakan, dan 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan (Sheal, Peter, 1989). Pernyataan tersebut nampak sejalan dengan yang diharapkan dalam dunia pendidikan saat ini, yang menginginkan anak didik mencapai suatu kompetensi tertentu yang dapat dikomunikasikan dan ditampilkan. 
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana mahasiswa melakukan percobaan sendiri di dalam laboratorium. Selain itu mahasiswa dapat mengamati suatu proses dan objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri. Dalam metode ini mahasiswa memperoleh sesuatu yang baru, setidaknya baru bagi mahasiswa, meski tidak baru bagi orang lain. Dengan demikian eksperimen yang dilakukan merupakan metode eksperimen yang inovatif, karena beda dengan yang ada di petunjuk praktikum.
Selama ini peserta didik kita melakukan praktikum selalu hanya mendasarkan pada petunjuk praktikum yang sudah ada dimana dari tahun ke tahun sama, seperti membaca sebuah resep masakan lalu mereka mempraktikkannya di laboratorium. Hal ini sangat monoton dan membosankan, karena terkadang praktikum yang dilakukan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, agar pembelajaran praktikum sebagai bagian pembelajaran kimia secara utuh dapat menarik, kita perlu menciptakan eksperimen yang berkaitan dengan kehidupan dan bahkan kalau memungkinkan dapat dipraktikkan tanpa harus di laboratorium. Hal ini karena tidak semua bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk eksperimen tersedia di laboratorium.
Bagaimanakah cara kita sebagai dosen menciptakan suatu percobaan baru sehingga peserta didik tertantang dan tertarik untuk melakukannya ? Suatu materi ajar dapat dikonstruksi menjadi percobaan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini : 
a.    Pelajari secara mendalam materi ajar tersebut, lalu coba cari hubungan setiap konsep yang ada dengan fenomena yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
b.    Setelah kita menemukan suatu fenomena, cobalah berpikir bagaimana mengangkat fenomena tersebut menjadi suatu rancangan percobaan sederhana dengan mencari hubungannya dengan konsep kimia tertentu.
c.    Buatlah langkah-langkah pengujian / pembuktiannya.
d.    Ujicobalah sesuai dengan rancangan yang dibuat.
e.    Tulis rancangan kita dengan format prosedur sederhana yang mudah dipahami.

Untuk dapat menemukan fenomena yang berkaitan dengan materi ajar mungkin dirasa sulit oleh kita, namun sebenarnya semakin banyak membaca buku dan membuka internet, semakin besar kepekaan kita terhadap fenomena kimia di sekitarnya. Berikut ini contoh-contoh eksperimen sederhana dan inovatif yang idenya muncul dari fenomena kimia yang ada di sekitar kita yang ada kaitannya dengan materi ajar di kelas.
a.    Untuk menunjukkan adanya ikatan hidrogen antar molekul air, letakkan 2 batang tusuk gigi secara berhadapan. Adanya molekul-molekul air dapat ditunjukkan dengan mematahkan ikatan antar molekulnya menggunakan 1 batang tusuk gigi yang dicelupkan ke dalam air sabun dan kemudian diletakkan diantara 2 batang tusuk gigi tadi, sehinggga secara spontan kedua batang akan saling menjauh sebagai akibat patahnya ikatan antar molekul air. Hal ini dapat dimodifikasi dengan menggunakan air susu yang ditetesi beberapa warna di tengah-tengah, lalu dengan cara yang sama tusuk gigi yang telah dicolekkan pada sabun colek diletakkan di tengah-tengah warna tersebut, maka secara spontan warna-warna tersebut akan menepi.
b.    Untuk menunjukkan ciri-ciri reaksi kimia, dapat dilakukan dengan cara mudah, yaitu :
1)    Pembentukan gas : mereaksikan asam cuka dengan soda kue, cangkang telur dengan asam cuka.
2)    Pembentukan endapan : mereaksikan uang logam dengan asam cuka, garam inggris dengan ammonium hidroksida (dapat dibeli di apotik).
3)    Perubahan warna : daging apel dengan oksigen di udara, roti tawar dengan larutan iodin, kertas dengan larutan iodin (tulisan ajaib).
4)    Perubahan suhu : mereaksikan soda kue dengan asam sitrat.
c.    Untuk menunjukkan pengaruh konsentrasi, luas permukaan, dan suhu kita dapat menggunakan reaksi soda kue dengan cuka pada berbagai variasi konsentrasi dari salah satunya (soda kue / cuka), cangkang telur (digerus dan dipotong-potong) dengan cuka, dan garam inggris (dipanaskan pada berbagai suhu) dengan ammonia.
d.    Untuk menunjukkan tekanan osmosis, kita dapat melakukan percobaan : sediakan dua gelas, gelas yang satu diisi air sedangkan yang satunya diisi air garam. Masukkan ke dalam kedua gelas wortel yang masih segar dengan ukuran sama. Amati yang terjadi setelah 24 jam. 
e.    Kita dapat membuktikan adanya ion fosfat dalam minuman bersoda (sprite, coca-cola, fanta) sebagai buffer yang mampu mempertahankan pH dengan cara menambah sedikit asam, basa, dan pengenceran. 
f.    Untuk mengetahui adanya zat besi pada beberapa buah-buahan, seperti anggur, nanas, apel, arbei, dapat dilakukan percobaan : Siapkan jus buah-buahan yang akan diteliti, lalu tuangkan sedikit pada gelas bening. Tambahkan sejumlah yang sama teh kental yang telah didiamkan kira-kira 1 jam. Aduk dan biarkan beberapa saat, catat waktu terjadinya endapan pada dasar gelas. Endapan yang terbentuk merupakan zat besi yang terkandung dalam buah yang bereaksi dengan zat kimia dalam teh. Jumlah dan kecepatan terbentuknya endapan menandakan banyaknya zat besi di dalam buah.
g.    Kita dapat membuktikan terbentuknya gas klorin pada percampuran deterjen dengan pemutih dengan mengalirkan gas hasil reaksinya ke dalam air yang berisi ikan.

    Semua bahan dan alat yang digunakan dalam percobaan tersebut dapat dengan mudah diperoleh dan harganya murah, tetapi mampu menunjukkan pembuktian suatu konsep. Percobaan-percobaan tersebut pasti menarik bagi kita, karena selain mudah dilakukan juga merupakan percobaan yang baru karena belum pernah dijumpai sebelumnya.

2. MEANINGFUL LEARNING
    Seseorang akan belajar dan menyimak materi pelajaran dengan seksama ketika tahu bahwa yang sedang dipelajarinya ada hubungan dengan kehidupannya. Hal ini banyak diungkap dalam berbagai teori belajar, diantaranya teori belajar Bruner. Oleh karena itu belajar kimia akan menarik jika dosen mampu menghubungkan dengan kehidupan yang ada di sekitar diri anak didik. Pembelajaran dimana dosen mampu mengaitkan materi ajarnya dengan kehidupan menjadi bermakna bagi anak didiknya (meaningful learning). Perhatikan beberapa contoh berikut ini :
a.    Ketika kita mempelajari reaksi netralisasi antara asam dengan basa, maka kita dapat mencoba mengaitkan peristiwa netralisasi asam lambung (HCl) oleh obat maag yang mengandung senyawa basa (Mg(OH)2 atau Al(OH)3)). Jadi, orang yang sakit maag, produksi asam lambung berlebihan, sehingga menyebabkan iritasi pada permukaan dalam lambung. Oleh karena itu agar tidak merasakan perih karena iritasi tersebut, sebelum makanan masuk, lambung harus dinetralkan terlebih dahulu.
b.    Prinsip netralisasi ini dapat diterapkan pada berbagai peristiwa, misalnya ketika kita tersengat tawon dapat diobati dengan mengoleskan cuka, karena sifat racun tawon adalah basa. Sebaliknya jika tersengat lebah kita obati dengan soda atau sabun, karena racunnya bersifat asam.
c.    Ketika mempelajari konsep pH, kita dapat mengaitkan dengan pertanyaan mengapa produk sabun untuk kulit harus mempunyai pH seimbang. Dengan demikian konsep pH yang sulit tetap akan dipelajari serius karena ada kaitannya dengan kehidupannya.
d.    Ketika mempelajari tentang penurunan titik beku pada konsep sifat koligatif larutan, kita dapat menghubungkan dengan pembuatan es krim yang ditambah garam dengan tujuan untuk mempertahankan agar es krim sulit mencair.
e.    Ketika kita mempelajari tentang senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur golongan halogen, maka kita pasti mempelajari senyawa NaCl. Senyawa NaCl dalam kehidupan sering dihubungkan dengan iodium yang dikenal dengan garam beryodium. Konsep ini akan menarik jika dihubungkan dengan pertanyaan ”benarkah garam beryodium membuat seseorang yang mengkonsumsi menjadi pintar?” seperti iklan di televisi.
f.    Ketika kita mempelajari senyawa golongan aldehid, kita dapat menghubungkan dengan formalin yang isunya marak pada tahun lalu.
g.    Ketika kita mempelajari konsep protein yang salah satu bentuknya dalam tubuh kita berupa hormon, kita dapat menghubungkan dengan pertanyaan ”mengapa remaja tidak boleh berpacaran di tempat yang sepi?” yang dapat dijelaskan dengan konsep ini.

3. JOYFUL LEARNING  
    Saat ini di berbagai negara sedang trend dan semangat mengembangkan joyful learning, yaitu dengan menciptakan kondisi pembelajaran sedemikian rupa sehingga mahasiswa menjadi betah di kelas karena pembelajaran yang dijalani menyenangkan. Mereka merasakan bahwa pembelajaran yang dijalani memberikan perbedaan dalam basis pengetahuan yang ada di pikirannya, berbeda dalam memandang dunia sekitar, dan merasakan memperoleh sesuatu yang lebih dari apa yang telah dimilikinya selama ini. Sebagai bangsa yang ingin maju dalam era globalisasi yang kompetitif ini tentunya kita juga ingin merasakan pembelajaran yang demikian.
Semua mata kuliah dapat dibuat menjadi menyenangkan, tergantung bagaimana niat dan kemauan dosen untuk menciptakannya. Pembelajaran yang dikemas dalam situasi yang menyenangkan, jenaka, dan menggelitik sangat diharapkan oleh mahasiswa saat ini yang sudah jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan membosankan. Penelitian terhadap beberapa anak-anak sekolah di dunia yang diadakan UNESCO menunjukkan sebagian dari mereka menginginkan belajar dengan situasi yang menyenangkan (Dedi Supriadi, 1999).
Pembelajaran menyenangkan artinya pembelajaran yang interaktif dan atraktif, sehingga mahasiswa dapat memusatkan perhatian terhadap pembelajaran yang sedang dijalaninya. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang dosen menguraikan dan menjelaskan suatu materi tanpa ada selingan dan mahasiswa hanya mendengarkan, melihat, dan mencatat, maka perhatian dan konsentrasi mereka akan menurun secara draktis setelah 20 menit. Keadaan ini semakin parah jika dosen tidak menyadari dan pembelajaran hanya berjalan monoton dan membosankan (Tjipto Utomo dan Kees Ruijter, 1994). Lebih lanjut dikemukakan, keadaan ini dapat diatasi apabila dosen menyadari lalu mengubah pembelajarannnya menjadi menyenangkan dengan cara memberi selingan aktivitas atau humor. Tindakan ini secara signifikan berpengaruh meningkatkan kembali perhatian dan konsentrasi mahasiswa yang relatif besar.
Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran yang membuat mahasiswa tidak takut salah, ditertawakan, diremehkan, tertekan, tetapi sebaliknya mahasiswa berani berbuat dan mencoba, bertanya, mengemukakan pendapat / gagasan, dan mempertanyakan gagasan orang lain. Menciptakan suasana yang menyenangkan tidaklah sulit, karena kita hanya menciptakan pembelajaran yang relaks (tidak tegang), lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan, mengaitkan materi ajar dengan kehidupan mereka, belajar dengan balutan humor, dorongan semangat, dan pemberian jeda berpikir. Dalam belajar dosen harus menyadari bahwa banyak kata ”aku belum tahu” akan muncul dan kata ”aku tahu” sedikit muncul, karena mereka memang dalam tahap belajar. Demikian pula dosen harus menyadari bahwa otak manusia bukanlah mesin yang dapat disuruh berpikir tanpa henti, sehingga perlu pelemasan dan relaksasi.
Seperti diketahui, otak kita terbagi menjadi dua bagian, yaitu kanan dan kiri. Terkadang dalam dunia pendidikan kita lupa akan pentingnya mengembangkan otak sebelah kanan. Secara umum hanya otak kiri yang menjadi sasaran pengembangan, terutama untuk ilmu eksakta. Otak sebelah kanan adalah bagian yang berkaitan dengan imajinasi, estetika, intuisi, irama, musik, gambar, seni. Sebaliknya otak sebelah kiri berkaitan dengan logika, rasio, penalaran, kata-kata, matematika, dan urutan. Untuk menepis hal itu, sebenarnya kita dapat tunjukkan bahwa ilmu apapun mampu digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan otak sebelah kanan, diantaranya dengan cara memahami dan menghafal konsep melalui puisi, lagu, maupun teka-teki.
Otak kita adalah bagian tubuh yang paling rawan dan sensitif. Secara umum otak manusia sangat menyukai hal-hal yang bersifat tidak masuk akal, ekstrim, penuh warna, lucu, multisensorik, gambar 3 dimensi (hidup), asosiasi, imajinasi, simbol, melibatkan irama / musik, dan nomor / urutan. Berdasarkan hal ini, maka kita sebagai pendidik dapat merancang apa yang sebaiknya kita berikan kepada mahasiswa agar otak mereka menyu-kainya. Berikut ini beberapa contoh puisi dan lagu kimia yang dapat menciptakan pembelajaran kimia menjadi menyenangkan :

Tetes-tetes cinta ...
Berlalu lewati ujung buret asmara
Hingga jadikan ku menyatu bersama
Dalam asmara yang ternetralkan suasana
Rona pink cinta tlah nampak nyata
Tunjukkan titik akhir asmara yang membara
Terhenti pada tetes cinta yang melanda
Pun terhenti goyangan labu cinta
Kini ku merenda bahagia
Pada suasana cinta tanpa goda
Ukur volum cinta dalam dada
Tuk tentukan tetes cinta yang mendera
Oh ... mengapa badai datang menerpa
Buka kran buret alirkan tetes cinta buta
Ubah kenetralan hati menjadi buih basa
Tinggikan pH dalam larutan asmara
Kecewa sungguh ku kecewa
Mengapa kau buat cinta bisa terbuka
Merahkan asmara kita berdua
Tinggal larutan lara yang kini tersisa
Ku tahu cintaku kini tlah hancur
Akibat tetes cinta yang datang melebur
Di labu cinta yang sebenarnya sudah akur
Menyesal karna tetes cinta terlanjur mengucur

(Puspa oleh ST-12)

Kau benzena yang manis
Coba lihat  kau aromatis
Sehingga harum bikin ku cinta padamu
    Kau benzena yang unik
    Elektronmu beresonansi
    Sehingga engkau sulit untuk diadisi
Walau kutahu bahwa dirimu
Dapat jadi gugus fenil
Hingga ku pun tahu
Posisi itu o … o
    1 – 2 kau dinamakan orto
    1 -  3 kau dinamakan meta
    1 – 4 kau jadi para
    Kau isomer benzena
Ganti metil kau jadi toluena
Ganti OH kau dinamakan fenol
Ganti amin jadi anilin
Itu turunan benzena yang ada

CONTOH TEKA-TEKI
1.   Seorang siswa kehilangan uang di kelasnya. Semua siswa di kelas itu ketakutan, karena hari itu mereka membawa uang 20 ribuan seperti yang hilang untuk ditabungkan. Si siswa yang kehilangan uang mengatakan sebelum hilang dia iseng menulis lambang suatu unsur di kertas tersebut. Unsur yang ditulis lambangnya itu memiliki ciri-ciri :
Ia memiliki jari-jari atom > Mg tapi lebih pendek dari Rb
Ia memiliki energi ionisasi lebih besar dari golongan IA
Ia memiliki elektronegativitas lebih kecil dari Sn dan Ca
Unsur apakah itu ?

2.  Sebuah kereta api dibajak oleh teroris. Kereta api ini mengangkut 200 kg logam murni yang sangat berharga yang disimpan dalam suatu cairan. Karena salah jalur kereta api ini menabrak terowongan yang sudah lama tidak terpakai. Kereta mulai terbakar, termasuk gerbong yang memuat logam. Pemadam kebakaran datang dan mulai menyiramkan air untuk mencegah kebakaran yang lebih hebat, tetapi ternyata gerbong ini malah meledak hebat ! Dapatkah Anda menjelaskan mengapa hal ini dapat terjadi ? Adakah reaksi yang dapat ditulis? Berapa jumlah gas pada STP ?

Tentu saja dalam satu puisi, lagu, maupun teka-teki tidak mungkin dapat memuat seluruh konsep secara mendetail dan menyeluruh, karena tujuan utama dari pembelajaran menyenangkan adalah memberikan suasana lain dalam belajar kimia, sehingga tercipta kegembiraan dalam belajar. Selingan ini dapat dilakukan pada semua materi kimia, tentu saja dengan frekuensi yang tidak terlalu sering agar tidak kembali muncul rasa bosan anak didik dan penerapan dalam waktu yang tepat di saat anak didik mengalami kejenuhan dalam belajar.
PENUTUP
Metode pembelajaran akan berhasil diterapkan dengan baik di dalam kelas, jika seorang dosen dengan piawai mengemas dan menyajikannya. Hal ini karena metode pembelajaran berada di bawah kontrol dosen. Seiring dengan kemajuan pendidikan saat ini, sudah sewajarnya dosen sebagai “gurunya guru” berusaha selalu mencoba dan mencip-takan metode-metode pembelajaran inovatif yang dapat menyebabkan mahasiswa menjadi bergairah dan semangat belajar. Dengan demikian mahasiswa selalu mengikuti detik demi detik pembelajaran dan tak ingin segera berakhir, seolah-olah pembelajaran yang sedang berjalan memiliki magnet yang mampu menarik motivasi dan minatnya untuk belajar.
Tanpa mengurangi makna sebenarnya dari pembelajaran, marilah kita berusaha menciptakan metode pembelajaran yang inovatif, meaningful learning dan joyful learning dengan membiasakan menggali dan melihat sisi-sisi menarik ilmu kimia yang kita geluti. Sesuatu yang inovatif tidak ada salahnya untuk dicoba. Semoga kita termasuk dosen yang dapat menciptakan kesenangan dalam belajar kimia dan kecanduan belajar kimia (Amiiin). 

DAFTAR PUSTAKA
Aleks Masyunis. (2000). Strategi Kualitas Pendidikan MIPA di LPTK. Makalah pada Seminar Nasional FMIPA UNY tanggal 22 Agustus 2000.

Anonim. (1995). Spiel das Wisen schafft. Bergembira dengan Sains. Terjemahan : Hardjapamekas, Djajang, M. P. Bandung : Titian Ilmu.

Atwi Suparman. (1993). Desain Instruksional. Jakarta : PAU – UT.

Dedi Supriadi. (1999). Mengangkat Citra dan Martabat Dosen. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

Kamisa. (1997). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Kartika.

Sheal, Peter. (1989). How to Develop and Present Staff Training Courses. London : Kogan Page Ltd.

Tjipto Utomo dan Kees Ruijter. (1994). Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Janice Pratt VanCleave. (1991). Gembira Bermain dengan Ilmu Kimia : 101 Percobaan yang Pasti Berhasil. Jakarta : Temprint.

Janice Pratt VanCleave. (2003). 204 Percobaan-percobaan yang Menakjubkan. Bandung : Pakar Raya.

Pasaribu dan Simanjuntak. (1983). Proses Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  kata kata iklan sprite 

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kumpulan Slogan dan Kata-kata Iklan Rokok Indonesia 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.


buka contoh marketing : staff.uny.ac.id/sites/.../Metode%20Pembljrn%20yg%20Inovatif_0.d...

No comments:

Post a Comment